Cynthia
Namanya Cynthia. Sejak kecil ia senang sekali mencoret-coret apa saja di kertas. Ia tidak bisa mendengar dan berbicara pun hanya berupa gumaman. Sekilas, coretan tersebut tidaklah berarti, namun dengan membuka hati, kita bisa mendengar suara Cynthia dari goresan-goresan yang ditorehkannya.


Perajin Lukis
Menjadi seorang pelukis bukanlah perjalanan yang singkat bagi Cynthia. Jangan berpikir bahwa sejak awal coretannya bisa langsung dipajang di galeri dan menjadi sebuah mahakarya. Meskipun begitu, ada dua hal yang membuatnya bisa sampai di titik sekarang ini. Tidak takut mencoba dan pantang menyerah. Cynthia bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB). Dari sana ia mendapatkan pendidikan dari seorang guru yang memberinya nasihat serta dukungan yang bisa membawanya berkuliah hingga ke Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Sebagai teman Tuli, Cynthia sempat mengalami kesulitan di awal perkuliahan karena penggunaan bahasa Indonesia yang akademis dan lebih baku. Memang, dalam kehidupan sehari-hari pun Cynthia sering menghadapi hambatan komunikasi dengan teman-teman.


Frustasi? Tentu saja. Tapi Cynthia adalah pribadi yang terus mau berusaha. Perlahan ia beradaptasi, mempelajari cara komunikasi yang lebih efektif. Tidak sedikit juga orang yang dijumpainya yang berusaha menyesuaikan cara berkomunikasi dengannya. Jika bertemu dengan teman-teman yang seperti itu, Cynthia akan senang sekali!
Komunikasi yang sederhana pun membutuhkan usaha yang lebih besar, kesabaran yang lebih panjang, serta keberanian untuk terus mencoba agar dapat saling memahami.
Ibu Anita tidak langsung menerimanya, ia ingin melihat kemampuan Cynthia yang lain. Ketika akhirnya bertemu langsung dengan Ibu Anita, mereka bercerita banyak tentang kehidupan serta DCE sendiri. Dari situlah, Ibu Anita lalu memberikan kepercayaan kepada Cynthia untuk menjaga toko DCE. Sungguh sebuah kesempatan yang luar biasa. Bukan hanya tentang pekerjaan yang diberikan kepadanya, Cynthia merasa sangat terharu ada orang yang percaya dengan kemampuannya. Agustus 2025, Cynthia mulai menjaga toko DCE. Tidak berhenti sampai di situ, Ibu Anita memberikan tugas baru kepada Cynthia untuk menjadi content creator DCE. Cynthia bertugas untuk membuatkan konten tentang produk-produk DCE. Tidak disangka-sangka, penjualan DCE meningkat berkat konten yang dibuat oleh Cynthia. Sejak saat itu, Cynthia semakin percaya diri dengan kemampuannya. Kontennya pun menjadi berkat bagi orang lain dan terlebih untuk para teman-teman perajin seperjuangannya.
Cynthia memulai karirnya menjadi seorang content creator. Ia senang membuat video pendek berupa reel di Instagram dan Tiktok. Video-video pendek yang dibuatnya pun beragam, kebanyakan tentang keseharian Cynthia. Di suatu acara, Cynthia bertemu dengan seorang teman Tuli bernama Eva. Eva adalah seorang perajin DCE. Tidak hanya membuat rosario, Eva juga bertugas menjaga toko DCE di Taman Doa Hati Tersuci Maria di PIK 2 Ketika akhirnya mengetahui tentang DCE, Cynthia meminta tolong kepada Eva untuk menunjukkan design tas yang dibuatnya kepada Ibu Anita untuk dijual di toko DCE.
"Menurutku, DCE adalah tempat yang Tuhan siapkan dalam perjalananku. "
Cynthia jarang mengeluh. Membuat konten bukanlah hal yang mudah, begitu pun dengan melukis. Ia harus bisa memikirkan ide-ide kreatif untuk membuat kontennya menjadi menarik dan banyak dilihat orang. Belum lagi dengan revisi yang tidak ada habis-habisnya. Dengan keterbatasannya, konten yang dibuat Cynthia memberikan warna dan memiliki ciri khas sendiri yang tidak bisa dibuat oleh orang lain. Di DCE, Cynthia begitu diapresiasi dan dipercayakan untuk membesarkan nama DCE. Etos kerjanya yang tinggi serta semangat yang terus membuncah di dalam hatinya patut dibanggakan. Pada akhirnya, kerja keras dan ketekunan Cynthia menjadi pengingat bahwa keterbatasan bukanlah batas untuk berkarya, melainkan ruang untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda dan bermakna.






Deo Caritas Eterna
Melalui berbagai program pemberdayaan dan karya kreatif, Yayasan Deo Caritas Eterna berupaya membuka ruang lebih luas bagi para penyandang disabilitas untuk tumbuh, berkarya, dan hidup mandiri dengan penuh martabat sebagai wujud dari cinta yang memberi harapan.
© 2025 Deo Caritas Eterna. All rights reserved.
Temukan Produk Kami di Toko Offline
Media Sosial
Hubungi Kami
